MALANG KOTA — Pak Bhabin Anggota Polsek Kedungkandang, Polresta Malang Kota, Aiptu Awang, bersama Babinsa dan warga gotong royong bersihkan material bangunan serta mengamankan barang-barang milik Masjid Al Islah Jalan Kyai Parseh Jaya, setelah bagian atap masjid ambruk. (Selasa, 18/8/2026)
Langkah cepat untuk mengantisipasi risiko keselamatan warga di sekitar lokasi sekaligus menjaga barang dan perabotan masjid yang masih bisa diselamatkan.
Berdasarkan informasi awal, Aiptu Awang menjelaskan, sebelum bagian atap bangunan ambruk, kondisi bangunan sudah tua dan mengalami pelapukan.
Kronologi bermula pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 15.50 WIB, setelah salat Ashar berjamaah. Salah seorang warga, Firman (65), mendengar suara seperti kayu patah yang berasal dari bagian kubah atau atap masjid.

Firman, warga Jalan Labu ini, kemudian berkoordinasi dengan Edi (38), warga Jalan Terong yang bekerja sebagai tukang bangunan, untuk mengecek kondisi bangunan.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Edi mendatangi lokasi dan melihat bagian konstruksi atap masjid dalam kondisi lapuk.
Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada pengurus Masjid Al Islah agar segera dilakukan penanganan dan pemugaran terhadap bagian atap yang dinilai sudah tidak aman.
Lima menit kemudian, sekitar pukul 17.05 WIB, pengurus masjid tiba di lokasi. Sebagai langkah pencegahan, pengurus memasang plang pemberitahuan “Masjid belum bisa digunakan” serta mengamankan akses dengan mengunci pintu masjid.
“Sebelum atap ambruk, warga dan pengurus sudah mengetahui kondisi bangunan yang perlu mendapat penanganan. Karena itu, masjid dikosongkan dan diberi tanda peringatan agar tidak digunakan sementara,” jelas Aiptu Awang.
Pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, bagian atap Masjid Al Islah akhirnya ambruk. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Langkah pengamanan yang dilakukan sehari sebelumnya, berupa pemasangan tanda larangan penggunaan masjid dan penguncian pintu, menjadi bagian penting dalam mencegah warga berada di dalam bangunan saat terjadi keruntuhan.
“Prioritas kami adalah memastikan tidak ada warga yang masuk ke area berbahaya, kami dan masyarakat melakukan pembersihan secara gotong royong serta mengamankan barang-barang masjid yang masih bisa diselamatkan,” ujar Aiptu Awang.
Pada hari ini (Selasa, 18/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, Aiptu Awang bersama Babinsa mengajak warga sekitar untuk bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan akibat ambruknya atap.
Di lokasi, Pak Bhabin membantu mengatur proses pembersihan, serta berkoordinasi dengan pengurus masjid dan warga dalam mengamankan perabotan maupun barang inventaris masjid yang masih dapat digunakan.
Material bangunan yang telah runtuh dibersihkan secara bertahap agar area sekitar masjid lebih aman. Barang-barang milik masjid yang masih dalam kondisi baik juga dipindahkan dan diamankan untuk mencegah kerusakan maupun kehilangan.
Menurut Aiptu Awang, pembersihan material bentuk kepedulian terhadap tempat ibadah dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

“Kami hadir untuk membantu warga dan pengurus masjid menangani kondisi pascakejadian. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap tempat ibadah perlu dijaga agar proses penanganan dapat berjalan aman dan tertib,” katanya.
Kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta, sedangkan korban jiwa dalam peristiwa tersebut nihil.
Aiptu Awang menegaskan, sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengurus masjid dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian tersebut.
Selain mempercepat proses pembersihan, keterlibatan bersama juga memastikan lingkungan sekitar tetap kondusif dan masyarakat tidak terpapar risiko dari material bangunan yang ambruk.
Aksi gotong royong, sinergi dan soliditas, pembersihan pasca ambruknya atap Masjid Al Islah diharapkan dapat segera dituntaskan, Penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan bersama pihak terkait.
